Sistem Pendidikan

Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan pesantren, maka diperlukan sebuah sistem pendidikan yang efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Pada mulanya, sistem yang dipakai adalah ala sorogan (duduk melingkar mengelilingi kyai). Dan setelah beberapa waktu, pengajian dengan sistem sorogan dirubah dengan menggunakan sistem klasikal(berkelas) seiring dengan semakin bertambahnya jumlah santri dari berbagai daerah khususnya Jakarta.

Dalam kesehariannya, santri memiliki 2 tahap belajar:

  • Belajar Umum: Yakni sistim pembelajaran yang menerapkan kurikulum dan sistem belajar depag, tahap belajar ini sebagaimana kegiatan balajar di madrasah-madrasah umum, dimulai pada pukul 07:00 WIB dan berakhir pada pukul 12:30 WIB.
  • Belajar Diniyyah:Yakni pembelajaran dengan sistim yang telah dibuat oleh Pondok Pesantren sendiri sebagaimana telah dijelaskan diatas. Dalam tahap belajar ini, santri mempelajar seluruh ilmu pengetahun yang berkaitan dengan pengetahuan agama. Buku-buku pelajaran yang digunakanpun keseluruhannya dicetak dalam bahasa Arab. Tahap belajar ini diadakan 3 kali dalam sehari,Ba’da Magrib, dimulai pada jam 19:00 s/d 20:00 WIB, Ba’da Subuh, dimulai pada jam 05:30 s/d 06:00 WIB,Ba’da Ashar, dimulai pada jam 16:00 s/d 17:00 WIB.