Pondok Pesantren Miftahul Ulum Addiniyyah, Menerima Santri Baru Tahun Pelajaran 2014-2015 klik disini untuk download informasi pendaftaran
Untitled Document Kamis, 23 Okt. 2014

 

TAUSHIYYAH

Aqidah
Akhlaq
 


 
POLLING
 
Menurut Anda, bagaimana tampilan website ini ?
 
Biasa saja
Cukup Menarik
Menarik sekali
Jelek
 



Lihat Grafik Polling



Anda
Pengunjung ke

 
Pesantren
Pendiri Pesantren
 
Profil Pesantren

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jakarta, tepatnya berlokasi di Jl. Madrasah No.17 Gandaria Selatan, Cilandak - Jakarta Selatan, telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan sumber daya manusia di bidang keagamaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai pijakan dalam pengembangan IPTEK dan IMTAQ.

Pondok Pesantren Miftahul Ulum bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Manaratul Islam. Dalam perjalanan panjang sejak tahun berdirinya (1980), telah berhasil menyelenggarakan pendidikan berjenjang mulai dari tingkat Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah, disamping berbagai prestasi mulai dari tingkat lokal hingga tingkat nasional telah diperolehnya.

Tepatnya pada hari Rabu, bulan Sya'ban 1400 H, tahun 1980 M, mulailah kegiatan aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan sistem belajar ala sorogan (duduk melingkar mengelilingi kyai). Dan setelah beberapa waktu, pengajian dengan sistem sorogan dirubah dengan menggunakan sistem klasikal (berkelas) seiring dengan semakin bertambahnya jumlah santri dari berbagai daerah khususnya Jakarta.

Pada awal berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Ulum baru memiliki sembilan orang santri yang berasal dari lingkungan sekitar Gandaria, Cilandak, dan Cinere; yaitu:

  1. Abdul Rahman Nafis (Gandaria Selatan)
  2. Abdillah Ya'qub (Gandaria Selatan)
  3. Ahmad Dimyati (Cinere)
  4. Abdul Aziz Hasan (Cipete)
  5. Chotib H.S. (Cilandak)
  6. Muhtar Dahari HM (Cilandak)
  7. Muhtar Mukti (Cipete)
  8. Matsani (Cinere) dan
  9. Nawawie (Cilandak)

Para santri ini, di pagi hari, belajar di Madrasah Manaratul Islam, dan sore harinya, mereka kembali mempelajari kitab-kitab kuning yang diajarkan langsung oleh Muallim Ishaq Yahya, dan mereka bermukim di pondok.

Dari waktu ke waktu Pondok Pesantren Miftahul Ulum mengalami kemajuan, baik dari segi jumlah santri yang datang dari berbagai daerah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi) dan dari propinsi lain, maupun fasilitas asrama, yakni dengan dibangunnya beberapa gedung bertingkat sebagai tempat santri menginap dan ruangan kelas untuk kegiatan belajar mengajar.Hingga pada saat ini jumlah santri yang belajar di Yayasan tersebut sekitar 1000 siswa dengan jumlah 265 orang merupakan santri yang mukim di Pondok Pesantren.

Pondok Pesantren Miftahul Ulum kini diasuh oleh para putera-puteri dan menantu Muallim K.H. Ishaq Yahya:

 
 
Web Designer